Jumlah nabi seluruhnya
adalah 124.000 nabi . dari semua nabi
allah itu yang terpilih menjadi rasul berjumlah 313 nabi. dari 313 rasul itu
yang wajib kita ketahui adalah 25 nabi dan rasul. Dari 25 nabi dan rasul yang
wajib diketahui itu terpilih menjadi nabi ululazmi adalah berjumlah 5 nabi
yaitu: nabi muhammad SAW, nabi ibrahim AS, nabi musa AS, nabi isa AS dan nabi
daud AS. Dari 5 nabi ululazmi ada dua nabi yang selalu disebut dalam salawat
yaitu nabi ibrahim AS dan nabi muhammad SAW. Dari dua nabi yang disebutkan
dalam sholawat hanya nabi muhammadlah nabi yang diutus sebagai rahmatan
lilalamin.
Nabi muhammad SAW adalah nabi
terakhir, penutup sekalian nabi. Tidak ada lagi nabi yang turun setelah nabi
muhammad SAW. Kalau nabi-nabi yang lain diutus keatas dunia ini hanya untuk
kaumnya saja sedangkan nabi muhammad diutus keatas dunia ini untuk seluruh alam
termasuk dari bangsa jin.Nabi muhammad adalah nabi yang menjadi kekasih Allah.
Sehingga nabi muhammad diberi kelar habibullah yang artinya kekasih Allah.
Begitu mulianya nabi muhammad untuk itu perlu kita bahas apasaja sifat
nabimuhammad sehingga ia mendapat gelar habibullah.
Sebenarnya sifat mulia rasulullah
wahabibullah muhammad SAW sangatlah banyak, namun pada tulisan kali ini penulis
hanya menulis empat sifat saja yang wajib kita teladani sebagai umat beliau;
- Siddiq
Shiddiq artinya benar. Bukan
hanya perkataannya yang benar, tapi juga perbuatannya juga benar. Satu ucapan
dengan perbuatan. Nabi muhammad adalah
manusia yang paling jujur diats dunia ini. Kejujuran beliau diakui kawan
maupun lawan. Nabi muhammad tidak pernah berbohong sekalipu baik dalah hal
spele atau candaaan maupun dalam hal yang serius. Beda sekali dengan pemimpin
sekarang yang kebanyakan hanya kata-katanya yang manis, namun perbuatannya
berbeda dengan ucapannya.
- Amanah
Amanah artinya benar-benar bisa
dipercaya. Jika satu urusan diserahkan kepadanya, niscaya orang percaya bahwa
urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itulah Nabi
Muhammad SAW dijuluki oleh penduduk Mekkah dengan gelar “Al Amin” yang artinya
terpercaya jauh sebelum beliau diangkat jadi Nabi. Apa pun yang beliau ucapkan,
penduduk Mekkah mempercayainya karena beliau bukanlah orang yang pembohong.
“Aku menyampaikan amanat-amanat
Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu.” [Al
A’raaf 68]
Mustahil Nabi itu khianat
terhadap orang yang memberinya amanah.
Ketika Nabi Muhammad SAW ditawari
kerajaan, harta, wanita oleh kaum Quraisy agar beliau meninggalkan tugas
ilahinya menyiarkan agama Islam, beliau menjawab:
”Demi Allah…wahai paman,
seandainya mereka dapat meletakkan matahari di tangan kanan ku dan bulan di
tangan kiri ku agar aku meninggalkan tugas suci ku, maka aku tidak akan
meninggalkannya sampai Allah memenangkan (Islam) atau aku hancur karena-Nya”……
Meski kaum kafir Quraisy
mengancam membunuh Nabi, namun Nabi tidak gentar dan tetap menjalankan amanah
yang dia terima. Seorang Muslim harusnya bersikap amanah seperti Nabi.
- Tabligh
Tabligh artinya menyampaikan.
Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh Nabi. Tidak
ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi.
لِّيَعْلَمَ
أَن قَدْ أَبْلَغُوا۟ رِسَٰلَٰتِ
رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ
كُلَّ شَىْءٍ عَدَدًۢا
“Supaya Dia mengetahui, bahwa
sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya,
sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia
menghitung segala sesuatu satu persatu.” [Al Jin 28]
“Dia (Muhammad) bermuka masam dan
berpaling,
karena telah datang seorang buta kepadanya” [‘Abasa 1-2]
karena telah datang seorang buta kepadanya” [‘Abasa 1-2]
Dalam suatu riwayat dikemukakan
bahwa firman Allah S.80:1 turun berkenaan dengan Ibnu Ummi Maktum yang buta
yang datang kepada Rasulullah saw. sambil berkata: “Berilah petunjuk kepadaku
ya Rasulullah.” Pada waktu itu Rasulullah saw. sedang menghadapi para pembesar
kaum musyrikin Quraisy, sehingga Rasulullah berpaling daripadanya dan tetap
mengahadapi pembesar-pembesar Quraisy. Ummi Maktum berkata: “Apakah yang saya
katakan ini mengganggu tuan?” Rasulullah menjawab: “Tidak.” Ayat ini
(S.80:1-10) turun sebagai teguran atas perbuatan Rasulullah saw.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim yang bersumber dari ‘Aisyah. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Ya’la yang bersumber dari Anas.)
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim yang bersumber dari ‘Aisyah. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Ya’la yang bersumber dari Anas.)
Sebetulnya apa yang dilakukan
Nabi itu menurut standar umum adalah hal yang wajar. Saat sedang berbicara di
depan umum atau dengan seseorang, tentu kita tidak suka diinterupsi oleh orang
lain. Namun untuk standar Nabi, itu tidak cukup. Oleh karena itulah Allah
menegurnya. Sebagai seorang yang tabligh, meski ayat itu menyindirnya, Nabi
Muhammad tetap menyampaikannya kepada kita. Itulah sifat seorang Nabi.Tidak
mungkin Nabi itu Kitman atau menyembunyikan wahyu.
- fatanah
Artinya Cerdas. Mustahil Nabi itu
bodoh atau jahlun. Dalam menyampaikan 6.236 ayat Al Qur’an kemudian
menjelaskannya dalam puluhan ribu hadits membutuhkan kecerdasan yang luar
biasa. Nabi harus mampu menjelaskan firman-firman Allah kepada kaumnya sehingga
mereka mau masuk ke dalam Islam. Nabi juga harus mampu berdebat dengan
orang-orang kafir dengan cara yang sebaik-baiknya.
Apalagi Nabi mampu mengatur
ummatnya sehingga dari bangsa Arab yang bodoh dan terpecah-belah serta saling
perang antar suku, menjadi satu bangsa yang berbudaya dan berpengetahuan dalam
1 negara yang besar yang dalam 100 tahun melebihi luas Eropa. Itu semua
membutuhkan kecerdasan yang luar biasa.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar