Kamis, 24 Desember 2015

MENELADANIN NABI MUHAMMAD SAW

 Jumlah nabi seluruhnya adalah  124.000 nabi . dari semua nabi allah itu yang terpilih menjadi rasul berjumlah 313 nabi. dari 313 rasul itu yang wajib kita ketahui adalah 25 nabi dan rasul. Dari 25 nabi dan rasul yang wajib diketahui itu terpilih menjadi nabi ululazmi adalah berjumlah 5 nabi yaitu: nabi muhammad SAW, nabi ibrahim AS, nabi musa AS, nabi isa AS dan nabi daud AS. Dari 5 nabi ululazmi ada dua nabi yang selalu disebut dalam salawat yaitu nabi ibrahim AS dan nabi muhammad SAW. Dari dua nabi yang disebutkan dalam sholawat hanya nabi muhammadlah nabi yang diutus sebagai rahmatan lilalamin.

Nabi muhammad SAW adalah nabi terakhir, penutup sekalian nabi. Tidak ada lagi nabi yang turun setelah nabi muhammad SAW. Kalau nabi-nabi yang lain diutus keatas dunia ini hanya untuk kaumnya saja sedangkan nabi muhammad diutus keatas dunia ini untuk seluruh alam termasuk dari bangsa jin.Nabi muhammad adalah nabi yang menjadi kekasih Allah. Sehingga nabi muhammad diberi kelar habibullah yang artinya kekasih Allah. Begitu mulianya nabi muhammad untuk itu perlu kita bahas apasaja sifat nabimuhammad sehingga ia mendapat gelar habibullah.

Sebenarnya sifat mulia rasulullah wahabibullah muhammad SAW sangatlah banyak, namun pada tulisan kali ini penulis hanya menulis empat sifat saja yang wajib kita teladani sebagai umat beliau;
  • Siddiq
Shiddiq artinya benar. Bukan hanya perkataannya yang benar, tapi juga perbuatannya juga benar. Satu ucapan dengan perbuatan. Nabi muhammad adalah  manusia yang paling jujur diats dunia ini. Kejujuran beliau diakui kawan maupun lawan. Nabi muhammad tidak pernah berbohong sekalipu baik dalah hal spele atau candaaan maupun dalam hal yang serius. Beda sekali dengan pemimpin sekarang yang kebanyakan hanya kata-katanya yang manis, namun perbuatannya berbeda dengan ucapannya.

  • Amanah

Amanah artinya benar-benar bisa dipercaya. Jika satu urusan diserahkan kepadanya, niscaya orang percaya bahwa urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itulah Nabi Muhammad SAW dijuluki oleh penduduk Mekkah dengan gelar “Al Amin” yang artinya terpercaya jauh sebelum beliau diangkat jadi Nabi. Apa pun yang beliau ucapkan, penduduk Mekkah mempercayainya karena beliau bukanlah orang yang pembohong.

“Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu.” [Al A’raaf 68]

Mustahil Nabi itu khianat terhadap orang yang memberinya amanah.

Ketika Nabi Muhammad SAW ditawari kerajaan, harta, wanita oleh kaum Quraisy agar beliau meninggalkan tugas ilahinya menyiarkan agama Islam, beliau menjawab:

”Demi Allah…wahai paman, seandainya mereka dapat meletakkan matahari di tangan kanan ku dan bulan di tangan kiri ku agar aku meninggalkan tugas suci ku, maka aku tidak akan meninggalkannya sampai Allah memenangkan (Islam) atau aku hancur karena-Nya”……

Meski kaum kafir Quraisy mengancam membunuh Nabi, namun Nabi tidak gentar dan tetap menjalankan amanah yang dia terima. Seorang Muslim harusnya bersikap amanah seperti Nabi.



  • Tabligh

Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi.

لِّيَعْلَمَ أَن قَدْ أَبْلَغُوا۟ رِسَٰلَٰتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَىْءٍ عَدَدًۢا

“Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” [Al Jin 28]

“Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,
karena telah datang seorang buta kepadanya” [‘Abasa 1-2]

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa firman Allah S.80:1 turun berkenaan dengan Ibnu Ummi Maktum yang buta yang datang kepada Rasulullah saw. sambil berkata: “Berilah petunjuk kepadaku ya Rasulullah.” Pada waktu itu Rasulullah saw. sedang menghadapi para pembesar kaum musyrikin Quraisy, sehingga Rasulullah berpaling daripadanya dan tetap mengahadapi pembesar-pembesar Quraisy. Ummi Maktum berkata: “Apakah yang saya katakan ini mengganggu tuan?” Rasulullah menjawab: “Tidak.” Ayat ini (S.80:1-10) turun sebagai teguran atas perbuatan Rasulullah saw.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim yang bersumber dari ‘Aisyah. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Ya’la yang bersumber dari Anas.)

Sebetulnya apa yang dilakukan Nabi itu menurut standar umum adalah hal yang wajar. Saat sedang berbicara di depan umum atau dengan seseorang, tentu kita tidak suka diinterupsi oleh orang lain. Namun untuk standar Nabi, itu tidak cukup. Oleh karena itulah Allah menegurnya. Sebagai seorang yang tabligh, meski ayat itu menyindirnya, Nabi Muhammad tetap menyampaikannya kepada kita. Itulah sifat seorang Nabi.Tidak mungkin Nabi itu Kitman atau menyembunyikan wahyu.



  • fatanah

Artinya Cerdas. Mustahil Nabi itu bodoh atau jahlun. Dalam menyampaikan 6.236 ayat Al Qur’an kemudian menjelaskannya dalam puluhan ribu hadits membutuhkan kecerdasan yang luar biasa. Nabi harus mampu menjelaskan firman-firman Allah kepada kaumnya sehingga mereka mau masuk ke dalam Islam. Nabi juga harus mampu berdebat dengan orang-orang kafir dengan cara yang sebaik-baiknya.

Apalagi Nabi mampu mengatur ummatnya sehingga dari bangsa Arab yang bodoh dan terpecah-belah serta saling perang antar suku, menjadi satu bangsa yang berbudaya dan berpengetahuan dalam 1 negara yang besar yang dalam 100 tahun melebihi luas Eropa. Itu semua membutuhkan kecerdasan yang luar biasa.




Tidak ada komentar :

Posting Komentar