Kamis, 31 Desember 2015

HAKIKAT & HIKMAH TAHUN BARU



Allah telah menciptakan peredaran bumi dan bulan, pergantian siang dan malam sehingga manusia bisa berhitung dengan peredaran tersebut.Allahlah pemilik waktu dan allahlah yang menciptakan bumi dan bulan. Allah telah memberikan kita waktu agar kita bisa berbuat baik dan mendekatkan diri kepadaNya dari waktu yang telah Allah berikan kepada kita. Waktu adalah amanah Allah yang setiap detiknya akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah. Bila waktu yang diberikan Allah kepada kita dengan kebaikan maka baiklah balasan yang akan kita terima. Begitu juga sebaliknya bila waktu kita sia-siakan dengan keburukan maka buruk pulalah balasan yang akan diterima.
Pertanyaannya kita ingin mendapat balasan yang baik? Atau balasan buruk?semuanya dikembalikan kepada diri kita masing-masing. Bila kita ingin balasan yang baik tentunya kita harus memanfaatkan waktu kita dengan kebaikan dan begitu juga sebaliknya.Sebenarnya setiap kita yang hidup ini telah diberikan jatah hidup yang terbatas oleh Allah. Semakin lama kita hidup hakikatnya semakin berkuranglah jatah hidup kita. Semakin banyak kita melangkah diatas dunia ini hakikatnya semakin dekat kita melangkah kepada pintu kubur.Pertanyaannya apakah kita telah siap untuk memasuki pintu kubur itu?
Sekarang Pergantian tahun baru telah datang lagi. sebagian orang telah sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk merayakan penyambutan tahun baru. Kalau dilihat dari pengalaman yang sudah-sudah. orang memiliki cara yang beragam dalam menyambut tahun baru. Ada yang merayakan tahun baru dengan pesta pora, meniup terompet, pesta miras, mabuk-mabukan, begadang, bercampur baurnya antara laki-laki dan perempun yang bukan muhrim, pesta kembang api. Mereka menyambut tahun baru dengan penuh kegembiraan sehingga mereka rela berkorban harta dan waktunya untuk merayakan tahun baru tanpa mempedulikan lagi dampak yang terjadi.
Perlu kita sadari sebenarnya dengan masuknya tahun baru itu artinya jatah hidup kita telah semakin berkurang, langkah kita telah semakin dekat dengan pintu kubur.untuk itu apakah pantaskah jatah hidup yang semakin berkurang ini. Kita pergunakan untuk berpesta pora tanpa mempedulikan mudara yang ditimbulkan?apakah pantas langkah yang semakin dekat dengan pintu kubur ini kita pergunakan dengan perbuatan yang sia-sia??
Kalau kita mau berfikir dengan bijak sana, seharusnya setiap babak kehidupan telah kita lalui ini. Seharusnya kita lakukan evaluasi, luruskan kembali kiblat hidup ini. Tanya diri kita, Sebenarnya apa yang kita tuju dalam hidup ini?? Trus pertanyaan selanjutnya, Apakah perjalannan kita selama ini telah mendekatkan kita kepada tujuan akhir kehidupan itu?? Atau malah semakin jauh dari tujuan hakiki dari kehidupan, sehingga kita termasuk kepada orang yang tersesat.
Untuk itu melalui tulisan ini, penulis mengajak terutama diri penulis sendiri, keluarga dan pembaca sekalian. Marilah kita selalu mengevaluasi diri kita, luruskan kembali kiblat hidup kita. Semoga kita termmasuk orang-orang yang diberi petunjuk oleh allah SWT. Allahu a’lam

Tidak ada komentar :

Posting Komentar