Allah telah menciptakan peredaran bumi dan bulan,
pergantian siang dan malam sehingga manusia bisa berhitung dengan peredaran
tersebut.Allahlah pemilik waktu dan allahlah yang menciptakan bumi dan bulan.
Allah telah memberikan kita waktu agar kita bisa berbuat baik dan mendekatkan
diri kepadaNya dari waktu yang telah Allah berikan kepada kita. Waktu adalah
amanah Allah yang setiap detiknya akan dimintai pertanggung jawabannya oleh
Allah. Bila waktu yang diberikan Allah kepada kita dengan kebaikan maka baiklah
balasan yang akan kita terima. Begitu juga sebaliknya bila waktu kita
sia-siakan dengan keburukan maka buruk pulalah balasan yang akan diterima.
Pertanyaannya kita ingin mendapat balasan yang baik?
Atau balasan buruk?semuanya dikembalikan kepada diri kita masing-masing. Bila
kita ingin balasan yang baik tentunya kita harus memanfaatkan waktu kita dengan
kebaikan dan begitu juga sebaliknya.Sebenarnya setiap kita yang hidup ini telah
diberikan jatah hidup yang terbatas oleh Allah. Semakin lama kita hidup
hakikatnya semakin berkuranglah jatah hidup kita. Semakin banyak kita melangkah
diatas dunia ini hakikatnya semakin dekat kita melangkah kepada pintu kubur.Pertanyaannya
apakah kita telah siap untuk memasuki pintu kubur itu?
Sekarang Pergantian tahun baru telah datang lagi. sebagian
orang telah sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk merayakan penyambutan
tahun baru. Kalau dilihat dari pengalaman yang sudah-sudah. orang memiliki cara
yang beragam dalam menyambut tahun baru. Ada yang merayakan tahun baru dengan pesta
pora, meniup terompet, pesta miras, mabuk-mabukan, begadang, bercampur baurnya
antara laki-laki dan perempun yang bukan muhrim, pesta kembang api. Mereka menyambut
tahun baru dengan penuh kegembiraan sehingga mereka rela berkorban harta dan
waktunya untuk merayakan tahun baru tanpa mempedulikan lagi dampak yang
terjadi.
Perlu kita sadari sebenarnya dengan masuknya tahun
baru itu artinya jatah hidup kita telah semakin berkurang, langkah kita telah
semakin dekat dengan pintu kubur.untuk itu apakah pantaskah jatah hidup yang
semakin berkurang ini. Kita pergunakan untuk berpesta pora tanpa mempedulikan
mudara yang ditimbulkan?apakah pantas langkah yang semakin dekat dengan pintu
kubur ini kita pergunakan dengan perbuatan yang sia-sia??
Kalau kita mau berfikir dengan bijak sana, seharusnya
setiap babak kehidupan telah kita lalui ini. Seharusnya kita lakukan evaluasi,
luruskan kembali kiblat hidup ini. Tanya diri kita, Sebenarnya apa yang kita
tuju dalam hidup ini?? Trus pertanyaan selanjutnya, Apakah perjalannan kita
selama ini telah mendekatkan kita kepada tujuan akhir kehidupan itu?? Atau
malah semakin jauh dari tujuan hakiki dari kehidupan, sehingga kita termasuk
kepada orang yang tersesat.
Untuk itu melalui tulisan ini, penulis mengajak terutama
diri penulis sendiri, keluarga dan pembaca sekalian. Marilah kita selalu
mengevaluasi diri kita, luruskan kembali kiblat hidup kita. Semoga kita
termmasuk orang-orang yang diberi petunjuk oleh allah SWT. Allahu a’lam