Sebuah gelas berisi air setengah
dapat dijadikan sebuah pelajaran atau hikmah tergantung dari sisimana
melihatnya. Sebahagian orang akan melihat gelas itu dari sisi kosongnya,
sehingga kata-kata yang muncul “wah sudah habis separoh airnya atau cuman
separoh airnya”. Sedangkan sebahagian yang lain memandang dari segi isinya
sehingga kata-kata yang muncul alhamdulillah airnya masih sisa separoh.
Nah dari contoh diatas kita
pahami bahwa dari suatu benda yang sama beragam cara pandang yang akan
didapati. Ada yang berpandangan positif ada yang berpandangan negatif. Orang
yang berpandangan negatif biasanya selalu mengujat, mencela sesuatu yang
dilihat. Sedangkan orang yang berfikiran positif selalu bersyukur dan mengambil
hikmah atau pelajaran dari yang dilihat.
Tanpa disadari sebenarnya cara
pandang itu akan berpengaruh kepada orangnya. Orang yang berfikiran negatif
sejatinya sedang mengundang energi negatif masuk kedalam kehidupnnya. Sedngkan
orang yang berfikiran positif sejatinya mengundang energi positif masuk kedalam
dirinya. Contohnya dua orang pasien rumah sakit. Pasien A memndang sakit itu
adalah sebuah ujian tuhan yang deberikan kepada hambanya sebagai penggugur dosa
untuk hmbanya sehingga ia menghadapi sakit itu dengan sabar. Sehingga meskipun
badannya dalam keadaan sakit tapi jiwanya tetap sehat. Sedangkan pasien yang
kedua menghadapi sakit dengan keluh kesa dan penuh upatan. Sehingga sakitnya
itu semakin tambah parah dirasanya. Kenapa tidak karena dianya sedang sakit ditambah
lagi dengan sakit jiwanya, karena keluh kesa dan umpatan tadi.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar