Kamis, 13 Agustus 2015

ALQURAN SEBAGAI REFERENSI KEHIDUPAN


Fenomena sains dan ilmu pengetahuan dalam Al – Qur’an Sains dan ilmu pengetahuan mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam beberapa decade terakhir, namun sains dan ilmu pengetahuan tersebut telah dijelaskan, telah diterangkan lebih dari berabad – adab yang lalu di dalam sebuah kitab suci. Kitab suci yang menjadi rujukkan bagi mereka yang berpikir, kitab suci yang menjadi inspirasi bagi mereka yang mensyukuri segala rahmat dan nikmat yang telah didapatkan, menjadi kitab suci yang bisa dihafal oleh seluruh penduduk dunia walaupun berbahasa arab dan sangat tebal, satu – satunya kitab suci yang dari dulu hingga hari kiamatnya nanti tetap terjaga keoriginallannya dan masih otentik, kemudian satu – satunya kitab suci yang hanya tersedia dalam satu versi, kalau pun ada berbedaanya, itu hanya cara bacanya, penerjemahannya dan tafsiran dan yang paling penting, isi kitab suci tersebut bukan tulisan manusia bahkan hingga hari kiamat pun tak ada seorang manusia pun yang mampu mengubah atau menandingi isi kitab suci.


Ya,,,,, kitab suci tersebut adalah Al – Qur’an, kitab suci bagi kaum muslim diseluruh dunia. Setelah dipelajari, di telaah, dan dipahami bahwa pada dasarnya, Al – Qur’an lah yang lebih dahulu menjelasan segala fenomena sains dan ilmu pengetahuan yang berkembang dalam beberapa waktu decade terakhir, diantaranya :
• Teori Relativitas Teori relativitas dikemukakan oleh Albert Einstein pada abad ke 20, sedang Al – Qur’an telah menjelaskan tentang teorti relativitas jauh sebelum Einstein lahir. “ Allahlah yang mengatur segala sesuatu dari yang dilangit sampai dibumi. Dan semua urusan itu naik kepada – Nya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menerut perhintunganmu.’’ (QS. As Sajdah : 5) • Bumi terbentuk dari air Menurut teori big bang, sekitar 13,7 miliar tahun silam alam semesta berasal dari satu titik tunggal yang padu, kemudian meledak dan sekitar 2,5 miliar tahun silam, kehidupan di bumi bermula di air . Dan sebuah ayat mengisyaratkan hal ini, “ apakah orang – orang kafir tidak melihat bahwa langit dan bumi dulu menjadi satu, kemudian Kami pisahkan dan kemudian Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup. Apakah mereka itu tidak percaya?” ( QS. Al – Anbiyaa’ : 30) •
Bumi yang terus meluas Menurut teori expanding universe yang dikemukakan pada abad 20, alam semesta ini terus menerus meluas. Sementara itu belasan abad sebelumnya sebuah ayat telah menjelaskan hal tersebut. “ langit ini telah Kami bangun dengan kekuasaan Kami dan Kami pula yang menjadikannya luas.” ( QS. Adz – Dzaariyaat : 47)
 • Teori peredaran tata surya dan perputaran waktu Ptolemeus menganggap tata surya ini bumi sentries (150M), sedangkan Copernicus menganggap matahari sentries ( 1543M). Ternyata, bumi dan matahari beredar pada orbitnya, hingga perputaran waktu pun sangat teratur, dan Al – Qur’an dengan segala karomahnya telah menjelaskan hal tersebut sejak ribuan tahun lalu, “ satu ayat kebesaran Allah bagi mereka yaitu malam, kami tarik siang dari malam kemudian mereka dalam kegelapan. Juga matahari beredar pada orbitnya. Itu semua merupakan Ketentuan Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Mengetahui. Juga bulan yang Kami pastikan tempat – tempatnya sehingga pada suatu ketika ia kembali bagaikan tangkai kurma yang mengering. Matahari tidak akan menyusul bulan demikian juga malam tidak mungkin menyusul siang. Masing – masing berputar di atas garisnya sendiri.” ( QS. Yaa Siin : 37 – 40 )
 • Atmosphere bumi terdiri dari tujuh lapis Atmosphere bumi terdiri dari tujuh lapis dan setiap lapisan mempunyai perananan tersendiri. Dan sebuah ayat dalam kitab suci nan agung telah menjelaskan hal tersebut, “ maka Allah menciptakan tujuh langit dalam dua hari. Ia tentukan kepada setiap langit tatanannya. Kami hiasi langit yang terdekat dengan bintang – bintang, juga Kami jadikan penjaga. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui’’ ( QS. Fushshilat : 12)
 • Besi Besi tidak dihasilkan di bumi, tetapi diturunkan ke bumi melalui meteor – meteor yang berasal dari bintang – bintang yang meledak. Lagi – lagi, Al – Qur’an dengan segala hidayahnya telah memberitakan hal tersebut sejak ribuan tahun yang lalu, “ sungguh Kami telah mengutus rasul Kami membawa ayat – ayat yang jelas dan Kami turunkan bersama mereka kitab – kitab suci dan neraca keadilan agar manusia tegak bersama keadilan. Kami turunkan juga besi yang didalamnya terdapat tenaga yang sangat dahsyat dan berbagai manfaat bagi manusia agar Allah tahu siapa yang membela agama – Nya dan rasul – rasul- Nya meski tidak tampak. Sungguh Allah Maha Kuat dan Maha Perkasa” ( QS. Al – Hadiid : 25)
 • Tiga periode kehidupa didalam rahim Kehidupan didalam rahim memiliki tiga tahapan, yaitu pre – embrionik, embrionik dan janin. Dan Maha Suci Allah dengan segala Kekuasaan dan Kebesaran – Nya telah menjelaskan hal tersebut dalam firman – Nya, “ Dialah yang menciptakan kamu dari satu sosok manusia kemudian Ia jadikan jodohnya dari mereka sendiri. Dan Dia pula yang menurunkan untukmu ternak delapan pasang. Dialah yang mencinptakan kamu dirahim ibumu. Dari satu bentuk ke bentuk yang lain dalam tiga kegelapan. Itulah Allah Tuhanmu, Dia yang memiliki segala kekuasaan. Tiada Tuhan selain Dia. Maka bagaimana pula kamu berpaling dari – Nya” ( QS. Az Zumar : 6)

Dari keterangan di atas, itu hanya sebagian kecil dari hal – hal besar dan luar biasa yang terdapat dalam Al – Qur’an mengenai sains dan ilmu pengetahuan. Dan semakin jelaslah bahwa Al – Qur’an itu bukanlah karangan manusia. Jadi sebagai umat muslim dan kaum yang beriman sudah sepantasnya Al – Qur’an dijadikan sebagai sumber referensi kehidupan ini, agar pada saat menjalani hidup ini, tertidak terjadi kesesatan dan penyimpangan yang bisa membinasakan dan juga semoga, Al – Qur’an dengan segala karunianya bisa melapangkan dan memudahkan bagi mereka yang mengamalkannya. Amin amin ya robbalalmin

Tidak ada komentar :

Posting Komentar